STRUKTUR DASAR ALGORITMA

Posted by Frits Alfonsus Wantania Saturday, May 18, 2013 5 comments
STRUKTUR DASAR ALGORITMA

Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi (sequence), pemilihan aksi (selection), pengulangan aksi (iteration) atau kombinasi dari ketiganya.

1. Struktur Runtunan (sequence)
Runtunan merupakan struktur dasar algoritma terdiri dari satu atau lebih instruksi, yang setiap instruksinya dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisan algoritma tersebut. Sebuah instruksi dikerjakan setelah instruksi sebelumnya dikerjakan.

Perhatikan gambar berikut ini :

flowchart-runtunan

Flowchart Runtunan

Contoh :
Algoritma Pertama :                                        Algoritma Kedua :
A = 10                                                               A = 10
A = A2 + 2                                                        B = A – 5
B = A – 5                                                          A = A2 + 2
C = A + B + 3                                                   C = A + B + 3
C = C + 5                                                          C = C + 5
Output(A,B,C)                                                   Output(A,B,C)


2. Sruktur Pemilihan (selection)

Bentuk Instruksi pemilihan :
· Instruksi IF
Instruksi ini lebih cocok digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai dengan operator <, <=, >, >= maupun operator = =,!=.

Bentuk-bentuk unstruksi IF :
1. Pernyataan IF Sederhana
2. Pernyataan IF-ELSE
3. Pernyataan IF Bertingkat

· Instruksi SWITCH
Instruksi ini lebih cocok dipakai untuk pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai = =.

INSTRUKSI IF
Secara umum, flowchartnya sebagai berikut :
flowchart-if



     1. Instruksi IF Sederhana
Instruksi ini digunakan untuk memeriksa sebuah kondisi dan mengeksekusi satu instruksi atau blok instruksi, jika dan hanya jika kondisinya terpenuhi. Tes kondisi ini sering disebut tes satu arah.

Bentuk Pseudocode :

Pernyataan_A
if <kondisi> then
<Pernyataan>
Pernyataan_B

Atau

Pernyataan_A
if <kondisi> then
<Pernyataan_1>
<Pernyataan_2>
. . .
<Pernyataan_n>
endif
Pernyataan_B


Dalam bahasa C/C++, kita tidak mengikutsertakana kata then dalam membuat instruksi IF. Berikut adalah sintaksis yang dipakai dalam bahasa C/C++.


if (kondisi)
{
    true expression
}


Keterangan :

Jika pernyataan yang berbentuk kondisi (expression condition), yang dievaluasi salah, maka blok pernyataan true akan diabaikan, dan sebaliknya, jika kondisi terpenuhi, maka blok true statement akan dieksekusi atau dikerjakan oleh program. Yang juga perlu diperhatikan dalambahasa C/C++, jika terdapat lebih dari satu blok statement true maka diharuskan menggunakan { }. Jadi semua blok akan diletakan dalam { }. Namun jika blok true statement hanya ada satu, tidak diharuskan menggunakan { }. Terdapat aturan juga, bahwa setelah statement kondisi, maka sebaiknya jangan menggunakan tanda ;.

     2. Instruksi IF-ELSE
Instruksi ini digunakan untuk menentukan tindakan yang akan digunakan apabila kondisi bernilai benar, dan apabila kondisi bernilai salah.

Bentuk Pseudocode :

Pernyataan_A
if <kondisi> then
<Pernyataan_1>
else
<Pernyataan_2>
endif
Pernyataan_B

Sintaksis yang dipakai dalam bahasa C/C++ :

if (kondisi)
{
    true statement
}
else
{
    false statement
}


Keterangan :
Jika kondisi pernyataan yang dievaluasi bernilai benar, maka blok true statement akan dieksekusi dan jika pernyataan tersebut salah, maka eksekusi program akan tertuju pada false statement.

     3. Instruksi IF Bertingkat
Merupakan bentuk IF dengan statement IF lain di dalam IF sebelumnya.

Bentuk Pseudocode :

if <kondisi_1> then
<Pernyataan_1>
else
if <kondisi_2> then
<Pernyataan_2>
else
if <kondisi_3> then
<Pernyataan_3>
                  . . .
else
<pernyataan_m>
endif
endif
endif


Penulisan dalam bahasa C/C++ :

if (kondisi_A)
{
    if (kondisi_B)
    {
       true statement_B;
    }
    else
    {
       false statement_B;
    }
}
else
{
    false statement_A;
}


INSTRUKSI SWITCH
Pemilihan proses untuk sejumlah kondisi bisa dilaksanakan dengan instruksi SWITCH. Pernyataan SWITCH digunakan untuk menyederhanakan instruksi IF-ELSE Bertingkat.
Semua masalah yang bisa diselesaikan menggunakan instruksi SWITCH, pasti juga bisa ditangani dengan menggunakan instruksi IF, tetapi tidak sebaliknya.

Bentuk Pseudocode :

switch <pilihan>
     case <pilihan_1> : <aksi_1>
     case <pilihan_2> : <aksi_2>
               . . .
     case <pilihan_n> : <aksi_n>
     Otherwise aksi
endcase

Penulisan dalam bahasa C/C++ :

switch (kondisi)
{
     case konstanta1:{statement; break}
     case konstanta2:{statement; break}
     case konstanta3:{statement; break}
     case konstanta4:{statement; break}
     . . .
     default:{statement; break}
}
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Di blog saya dengan judul artikel: STRUKTUR DASAR ALGORITMA
Yang ditulis oleh Frits Alfonsus Wantania
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://phonks.blogspot.com/2013/05/struktur-dasar-algoritma.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

5 comments:

Post a Comment

trikmudahseo.blogspot.com support phonks.blogspot.com - Original design by Bamz | Copyright of do with heart.